pemeliharaan ayam bangkok

Selamat datang di AYAM BANGKOK HERY
LAHAT
Selamat datang para bebotoh sekalian disini
saya akan menjelaskan tentang cara merawat
ayam bangkok,memiliki ayam bangkok yang
baik dan IDEAL serta beberapa Gallery foto
ayam bangkok HERY LAHAT
Bagaimana cara memilik ayam bangkok yang
baik:
Tahukah anda ?… Cara mencetak ayam aduan
yang tangguh?…yang sulit dikalahkan oleh
lawan walaupun kita tidak mempunyai induk
import tapi cukup dengan ayam bangkok lokal
anda akan memiliki ayam bangkok/aduan yang
tak kalah dengan ayam bangkok import untuk
itu anda dituntut untuk betul -betul mengerti
tentang seekor ayam aduan.
Sebenarnya untuk mendapatkan ayam aduan
yang benar-benar tangguh banyak faktor-faktor
penunjang yang saling berkaitan yang tidak
dapat anda abaikan satu sama lainnya.Diantara
faktor penunjang itu adalah cara pemilihan
bibit/induk,perawatan ayam,cara pemberian
pakan yang benar,latihan,jamu dan obat-
obatan,serta tidak ketinggalan warna bulu dan
susunan sisik kaki ayam.
Sudah berapakalikah ayam aduan anda
menang dalam arena aduan? ayam anda
menang 3 atau 4 kali? itu biasa karena seekor
ayam aduan yang unggul mampu
memenangkan belasan kali pertarungan diarena
aduan!…
Jika anda ingin mencetak ayam aduan yang
unggul dan tangguh disinilah
solusinya…Semua panduannya sudah saya
kemas dalam dua E-book yang ampuh lengkap
dengan GAMBAR!!!…
Didalam kedua E-book ini saya berikan semua
yang anda perlukan untuk membuat ayam
aduan anda tangguh luar biasa dan sulit
dikalahkan.Lengkap dengan
perawatan,pemberian latihan,obat-obatan serta
pemahaman tentang sisik ayam aduan dan
ayam sabung yang memiliki keampuhan untuk
mengalahkan lawannya dengan cepat.
– Penampilan ayam tegap, leher pendek dan
lurus, badan panjang, ekor lebat, suara
langtang dan pendek.
– Berasal dari turunan yang juara (silsilahnya
harus jelas) sebaiknya membeli dari orang
yang mengerti ayam bangkok dan mempunyai
peternakan.
– Usia 8-9 bulan sangat ideal karena kita akan
punya waktu untuk memahami karakter ayam
kita dan begitu pula sebaliknya.
– Jangan segan bertanya jika kurang mengerti
atau karena baru menjadi penghobi ayam
bangkok
AYAM BANGKOK IDEAL
Ayam bangkok idel adalah Ayam bangkok
yang memenuhi syarat sebagai petarung yang
tangguh,yang mana ciri-cirinya lebih spesifik
lagi dari tanda-tanda ayam bangkok/aduan
secara umum.
Seekor ayam bangkok ideal akan memiliki daya
tahan terhadap pukulan,memiliki pukulan yang
keras,memiliki kelincahan dalam bertarung.
Untuk ayam bangkok ideal ini banyak kriteria
yang harus dipenuhinya antara lain :
1. Tulang wajah tidak kasar lebih baik
2. Tulang sambungan kepala dan leher tidak
menonjol
3. Ruas tulang leher rapat
4. Celah sambungan leher dan bahu rapat/
sayap merapat ke badan
5. Tulang sayap bagian dalam makin tebal lebih
baik
6. Tulang pinggul bulat atau tidak menonjol
7. Tulang dada labar dan tebal tapi tidak terlalu
menonjol
8. Tulang supit/tulang dibawah pangkal ekor
makin rapat makin baik
9. Jarak ujung tulang dada dengan tulang supit
makin dekat semakin baik
10.Kepala seperti buah pinang
11.Patuk atau paruh berukuran sedang tetapi
tebal
12.Badan panjang
13.Dada bidang/lebar
14.Sayap rapat dan panjang
15.Pangkal ekor berukuran sedang
16.Pangkal paha bulat dan pipih
17.Kaki bulat boleh juga persegi,sisik tersusun
rapi dan kering
18.Jari kaki panjang dan halus
19.Memiliki bulu sayap dan bulu ekor yang
lengkap
Jika seekor ayam bangkok/aduan memenuhi
kriteria diatas maka ayam tersebut akan
memiliki pukulan yang keras,tahan terhadap
pukulan dan lincah dalam bertarung.
Jika anda hendak menurunkan ayam dalam
arena aduan usahakan padanannya seimbang
baik itu ukuran untuk badan,tinggi dan yang tak
kalah penting untuk diperhatikan adalah umur
ayam jangan sampai terpaut jauh dengan
lawan.
Untuk ayam pemula jangan sampai umur
ayam lawan lebih tua dari ayam anda dengan
toleransi umur lebih kurang tiga bulan. Pada
prinsipnya, sifat-sifat ayam bangkok tidak
berbeda dengan jenis-jenis ayam lainnya.
Kalaupun terdapat perbedaan, hal itu lebih
banyak dijumpai dalam pengamatan fisik
(tampak luar) saja, misalnya mengenai warna
bulu, besar kecilnya ukuran tubuh dan
produktivitas telurnya. Galur (Keturunan) murni
ayam bangkok mempunyai bulu hias berwarna
mengkilap, dengan warna dasar bulu hitam
kehijau-hijauan. Hal ini dikarenakan asal-usul
atau neneka moyangnya termasuk dalam
species Gallus Gallus atau sering pula disebut
Gallus Bankivia memiliki warna bulu yang
serupa. Bulu hias ini terdapat pada bagian leher
dan punggung.
Ukuran tubuh dapat diketahui bedasarkan
penimbangan bobot badan. Ayam bangkok
pejantan yang sudah dewasa mempunyai
bobot badan berkisar antara 2-2,5 Kg,
sementara betinanya sekitar 1,5 Kg. Berat
ringannya bobot badan itu sebenarnya
dipengaruhi oleh tebal tipisnya daging
(perototan) dan pertulangan. Semakin tebal otot
dan semakin besar tulang-tulang yang dimiliki
ayam bangkok, maka semakin berat pula bobot
badannya.
Kapan ayam bangkok mulai kawin? Untuk
menjawab masalah ini, peternak harus
mengetahui terlebih dahulu umur dewasa
kelamin. Umur dewasa kelamin adalah rentang
waktu antara menetasnya telur menjadi anak
ayam sampai dengan ayam tersebut mulai
bertelur untuk pertama kalinya (bagi betina).
Sedangkan bagi ayam jantan, hal ini ditandai
dengan keluranya cairan sperma dari organ-
organ reproduksi. Umur dewasa kelamin ayam
bangkok antara 7-8 bulan. Pada saat itu, organ-
organ reproduksi sudah mulai bekerja dan
menghasilkan hormon untuk memperbanyak
keturunan. Jika sel-sel telur ayam betina dibuahi
sperma dari pejantan, maka telur ketika dierami
induk betina tadi akan berisi embrio (janin).
Telur tersebut akan menetas sesudah 21 hari
dierami.
Sejak mengalami dewasa kelamin, induk betina
akan menghasilkan sejumlah telur dalam satu
periode peneluran. Adapun yang disebut
dengan periode peneluran adalah masa-masa
dimana induk betina mulai bertelur sampai
dengan tibanya masa mengeram. Setiap induk
betina dapat menghasilkan 12-15 butir telur
dalam satu periode peneluran. Bobot telur
ayam bangkok umumnya lebih lebih berat
daripada telur ayam kampung, yakni antara
40-50 gram/butir. Semakin bertambah
umurnya, bobot telur-telur tersebut semakin
meningkat.
Pengamatan luar seperti dijelaskan di atas tidak
dapat dipisahkan dari dasar-dasar biologis
ayam secara keseluruhan. Dasar-dasar tersebut
terdiri dari proses yang kompleks
perkembangbiakan dan pertumbuhan ayam.
Secara rinci dapat dijelaskan bahwa komponen
yang berpengaruh terhadap
perkembanganbiakan antara lain adalah
fertilitas, daya tetas, produksi telur dan
kekebalan bawaan (maternal imunity).
Sedangkan pertumbuhannya dipengaruhi oleh
perkembangan jaringan tubuh, pembentukan
daging dan kondisi ayam yang dihasilkan.
Apabila ditelusuri lebih jauh lagi, maka dasar-
dasar biologis ayam dipengaruhi oleh tiga
faktor, yaitu :
a. Faktor Genetik, meliputi bangsa, tipe ayam
(petelur, pedaging atau kombinasi keduanya),
perkawinan, seleksi dan korelasi di antara sifat-
sifat yang diinginkan.
b. Faktor lingkungan, yang terdiri dari
temparatur, sistem pencahayaan, kelembaban
udara dan komosisi udara. Faktor tersebut
sangat penting. Sebab dapat mempengaruhi
seluruh permukaan tubuh ternak yang
kemudian akan berlanjut pada orang-organ lain
termasuk indera. Hal ini semakin berlanjut
dengan adanya pengaruh lingkungan terhadap
proses pertukaran zat atau metabolisme.
Sistem saraf pusat dan juga akan memberikan
reaksi terhadap sistem pengaturan hormonal.
c. Interaksi antara faktor genetik dan
lingkungan. Sekalipun yang dipelihara adalah
ayam bangkok galur murni, tetapi apabila tidak
didukung oleh lingkungan yang baik (misalnya
kualitas pakan jelek, tidak dilakukan program
pengendalian hama dan penyakit ataupun tidak
dipelihara dalam kandang yang memenuhi
syarat-syarat kesehatan), maka potensi genetik
itu tidak dapat dimunculkan secara optimal.
Sifat-sifat yang seharusnya dimiliki
sebagaimana ayam bangkok murni lainnya
tidak dapat ditambilkan dengan baik. Pejantan
tidak memiliki kemampuan bertarung yang
tinggi, kurang mempunyai semangat pantang
menyerah, otot kelihatan lembek, tulang-tulang
mudah keropos dan sebagainya. Demikian pula
sebaliknya, meskipun komponen pemeliharaan
sudah dijalankan dengan sebaiknya apabila
kualitas bibitnya kurang baik, maka
produktivitas ayam bangkok juga kurang baik.
Karakteristik Ayam Bangkok
Secara objektif, kualitas ayam bangkok hanya
dapat dilihat ketika bertarung. Tetapi ayam yang
kalah seringkali menjadi trauma dan
kemungkinan besar tidak pernah mau
bertarung lagi untuk selama-lamanya.
Seandainya demikian yang terjadi, maka sia-sia
sajalah segala jerih payah peternak untuk
memeliharan dan merawat piaraannya.
Penggemar pun tidak mungkin tertarik pada
ayam bangkok sudah mengalami trauma.
Akibatnya, peternak tidak bisa menjual dengan
harga yang tinggi seperti yang diinginkannya.
Lalu, bagaimana sebaiknya kita mengamati
potensi dan kemampuan ayam bangkok
tersebut?.
Sebenarnya hal itu mudah dilakukan, yakni
melalui pengamatan karakteristik ayam
bangkok. Adapun yang dimaksud dengan
karakteristik adalah tanda-tanda dari ayam yang
dapat dilihat, diraba atau dirasakan peternak,
misalnya penampilan dan bentuk secara
keseluruhan, sistem otot dan refleks urat
syaraf, tulang ketahanan mental dan
sebagainya. Meskipun karakteristik ini belum
pernah diteliti secara ilmiah, tetapi hampir
semua peternak dan penggemar sepakat
bahwa cara seperti itu cukup akurat dan sudah
dibuktikan di lapangan.

Advertisements